Peresmian Perpustakaan PUPR Hadirkan Sesuatu Yang Berbeda

Peresmian Perpustakaan PUPR Hadirkan Sesuatu Yang Berbeda

Ada tempat yang asyik di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tempat itu bernama Perpustakaan PUPR. Dengan desain nyaman dan modern, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Perpustakaan Nasional, Syarif Bando dan Andy F. Noya datang untuk peresmiannya.

SUASANA tawa lepas terdengar dari ruangan Perpustakaan Kementerian PUPR. Di jantung ruangan yang telah disulap sementara menjadi panggung kecil, tampak Andy F. Noya didampingi moderator Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja. Suasana tampak meriah, nyaris seluruh hadirin fokus pada pemaparan Andy, beberapa bahkan rela berdiri karena kursi yang disediakan penuh terisi.
 Namun jangan dibayangkan suasana tenang dan serius seperti kuliah atau ceramah, jauh dari itu. Yang ada adalah kesan rileks dan penuh humor, dengan gaya Andy Noya. Menteri Basuki bahkan sempat tidak tahan untuk naik ke panggung kembali dan mengambil mic untuk menanggapi gaya ngocol Andy. Demikian pula Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Anita Firmanti sempat tertawa lepas mendengar lelucon khas Suroboyoan dari Andy, karena kebetulan, dirinya juga sempat tinggal di Kota Buaya tersebut.

Ada apa gerangan di Perpustakaan Kementerian PUPR? Hari itu, Senin pertama di Bulan November 2016 adalah lembaran baru bagi Perpustakaan PUPR, karena merupakan hari Peresmian Perpustakaan Kementerian PUPR. Bukan berarti sebelumnya Kementerian PUPR tidak memiliki perpustakaan, namun dikarenakan perpustakaan menempati ruangan baru di Gedung Sumber Daya Air lantai 3, setelah sebelumnya berlokasi Gedung Pusdatin.

 Lalu kenapa ada Andy F Noya? Andy tampil dalam kapasitas sebagai Duta Baca periode 2011-2015. Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala Perpustakaan Nasional Muh. Syarif Bando, serta beberapa pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kementerian PUPR.

 Menteri PUPR dalam sambutannya menyampaikan dua hal terkait perpustakaan. “Pertama, saya ingin perpustakaan PUPR tidak hanya sebatas pada ruangan ini tapi juga bermanfaat untuk kita bisa membantu perpustakaan-perpustakaan di luar sana.” Ini menanggapi banyak perpustakaan atau rumah pintar di daerah yang masih membutuhkan bantuan.

Menteri Basuki juga mengatakan bahwa ke depan Kementerian PUPR adalah milik generasi muda, sehingga dia sangat berharap Perpustakaan PUPR bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh generasi muda. Menteri Basuki juga menekankan bahwa keberadaan Perpustakaan merupakan bukti bahwa Kementerian PUPR peduli pada peningkatan kapasitas organisasi. “Saya kira dengan perpustakaan yang lebih representatif menunjukkan organisasi kita (Kementerian) PUPR ini sebagai learning organization. How to change with the book.” paparnya.

Sementara Kepala Perpustakaan Nasional, Muh. Syarif Bando dalam kesempatan yang sama lebih menyoroti kerjasama antar lembaga informasi seperti perpustakaan dan mengajak Perpustakaan Kementerian PUPR untuk ikut bergabung dalam kerjasama antar perpustakaan se Indonesia yang sedang diinisiasi Perpustakaan Nasional. Adapun acara peresmian ini sebagaimana disampaikan oleh Kriya A. Sjahrir mewakili panitia, merupakan bagian dari rangkaian Acara Hari Bakti PU ke 71.

Berbagi