KOLEKSI BUKU TERBARU

Standar Perencanaan Irigasi Persyaratan Teknis Bagian Pemetaan Topografi PT-2

POLING

Menurut Anda, apakah tampilan web Perpustakaan ini perlu diperbaharui?
  • Perlu, tampilan kuno
  • Tidak Perlu, sudah bagus
 

Artikel

Manusia dan Upaya Menjawab Perubahan Iklim

Manusia dan Upaya Menjawab Perubahan Iklim
Gejala anomali cuaca mulai kita rasakan saat ini. Memang, dunia kini sedang menghadapi fenomena pemanasan global (global warming) yang berakibat pada perubahan iklim (climate change). Jika dulu kita bisa memprediksi musim hujan dan musim kemarau, kini kondisinya sudah tidak seperti biasanya. Dampak perubahan iklim juga sudah mulai dirasakan tdak hanya oleh bangsa Indonesia tetapi oleh semua bangsa di dunia. Banjir, kekeringan, timbulnya penyakit, gagalnya panen, merupakan beberapa diantara dampak akibat perubahan iklim.

Hasil kajian IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) memastikan bahwa perubahan iklim global terjadi karena atmosfer bumi dipenuhi oleh gas rumah kaca (GRK), seperti karbon dioksida dan metana, yang dihasilkan oleh manusia. Artinya, aktivitas manusia turut berperan penting terhadap perubahan iklim saat ini.

Menyadari hal itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim tersebut. Dari sisi masyarakat, gerakan menanam pohon, mengurangi  pemakaian kendaraan bermotor melalui gerakan sepeda (bike to work), pemisahan sampah di rumah tangga dan kegiatan lainnya setidaknya merupakan upaya nyata untuk menjawab tantangan perubahan iklim.
Dari sisi swasta, dalam kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility ) mereka mulai melakukan aksinya dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca, dan langkah-langkah konkret untuk mencapai target tersebut.

Dari sisi pemerintah, Kementerian PU terus berupaya mengimplementasikan kebijakan di bidang infrastruktur yang berorientasi lingkungan demi mengatasi fenomena perubahan iklim. Kebijakan itu sudah diawali pembangunan bangunan hijau (green building), salah satunya gedung baru Kementerian PU. Di samping itu terdapat kebijakan green construction yang mencoba mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah. Dalam skala yang lebih besar juga dilakukan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH), dan upaya mendorong pembangunan kota menuju green city. Kota hijau dapat dipahami sebagai kota ramah lingkungan, hemat energi dan berpihak pada prinsip-prinsip berkelanjutan baik secara lingkungan, sosial dan ekonomi dan tata kelola. Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) sudah di-launch oleh Menteri PU, Djoko Kirmanto pada tanggal 26 September 2011 di Jakarta dan diikuti oleh 60 kabupaten/kota yang sudah menyelesaikan perdanya dan telah mendapat persetujuan substansi.

Kiranya, perubahan Iklim tidak hanya menjadi sekedar tema pada peringatan Hari Habitat Dunia 2011 kali ini, namun perlu upaya nyata dan konsisten agar kita benar-benar siap menghadapi perubahan iklim. Semoga gerakan antisiasi perubahan iklim bisa menjadi gerakan bagi semua masyarakat.(lisniari)

Berikan komentar anda mengenai informasi di atas

Sedang Mengirim ...
Nama Lengkap*
:
Email*
:
(email anda tidak akan ditampilkan)
Komentar*
:
(Max. 300 Karakter)
Kode Sekuriti*
:
Masukan kode XXXX pada kotak ini

Ada beberapa error pada formulir ini:

* harus diisi
 

Berikut beberapa komentar yang telah kami publikasikan

helarius sobita pada tanggal: 29/01/2013 11:16:53 WIB
Infonya bgs sekali trimakasih
Marwanto pada tanggal: 25/05/2012 7:30:40 WIB
Kami berharap fasilitasi dari Pemerintah Pusat cq. Kementerian PU dengan harapan Kota Pacitan mencadi Pilot project pengembangan Green City. Alhamdulilah di Tahun 2012 ini kita sedang memulai dengan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH)di Kota Pacitan. Mohon dukungannya.. Terimakasih.

Kirim informasi ini ke email teman-teman anda

Sedang Mengirim ...
Nama Lengkap*
:
Email Anda*
:
Email Teman 1*
:
Email Teman 2
:
Email Teman 3
:
Catatan
:
Kode Sekuriti*
:
Masukan kode XXXX pada kotak ini

Ada beberapa error pada formulir ini:

* harus diisi