KOLEKSI BUKU TERBARU

Standar Perncanaan Irigasi

POLING

Menurut Anda, apakah tampilan web Perpustakaan ini perlu diperbaharui?
  • Perlu, tampilan kuno
  • Tidak Perlu, sudah bagus
 

Artikel

Peresmian Infrastruktur di Tanah Para Raja

Peresmian Infrastruktur di Tanah Para Raja
Dinamika pembangunan di Maluku terus menggeliat. Awal Juni lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan langsung proyek-proyek infrastruktur lintas bidang, di antaranya Bendung Kobi dan Monumen Johanness Leimena di provinsi yang namanya dalam bahasa arab ini berarti Tanah Para Raja.

Berdasarkan Masterplan Perluasan, Percepatan dan Pembangunan Indonesia (MP3EI)  2011-2025, Maluku akan dijadikan bagian dari koridor ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku. Pembangunan ekonomi pada koridor tersebut difokuskan pada upaya menjadikan Maluku dan Papua sebagai pusat pengembangan pangan, perikanan, energi dan pertambangan nasional.

Sebagai wujud dari upaya terse¬but, pembangunan infra¬struktur yang digulirkan melalui MP3EI Provinsi Maluku diarahkan agar dapat mendukung peningkatan produkvitas di bidang perikanan. Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya yang berdampak langsung bagi pembangunan jaringan klaster industri perikanan di sekitar perairan Banda, Aru dan Arafura yang dike¬nal sebagai segitiga emas perikanan, namun juga penyediaan sarana infrastruktur dasar lainnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku mencapai 7,8 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional, yaitu 6,5 persen, geliat pembangunan infrastruktur di Maluku sendiri sangat terasa. Ini dibuktikan dengan peresmian sejumlah infrastruktur oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung di Maluku awal Juni lalu.

Walaupun kedatangan pesawat yang membawa presiden beserta rombongan sempat terhambat cuaca buruk, peresmian berbagai infrastruktur di Maluku tersebut tetap berlangsung semarak. Presiden berharap dengan diresmikannya sejumlah proyek tersebut dapat mempermudah akses masyarakat Maluku di berbagai bidang. “Proyek-proyek ini didanai negara oleh APBN dan APBD. Dengan selesainya proyek ini, akses rakyat ke sarana ekonomi, pendidikan, olahraga dan peribadatan semakin mudah," ujarnya.

Presiden juga mengajak masyarakat Kota Ambon serta Provinsi Maluku agar terus melanjutkan kerja sama dengan pemerintah untuk me¬ningkatkan prestasi pembangunan. “Dengan selesainya pemba¬ngu¬nan infrastruktur ini, maka sesu¬ngguhnya itu baru sebagian dari upaya pemerintah dalam rangka meleng¬kapi infrastruktur di Provinsi Maluku dan bahkan masih banyak lagi infra-struktur yang terus kita bangun,” jelasnya lagi.

Peresmian infrastruktur tersebut meru¬pakan rangkaian dari keberhasilan pembangunan sarana dan prasarana fisik pemerintahan, pendidikan, keagamaan, infrastruktur jalan dan perhubungan, penyediaan air bersih dan irigasi yang merupakan komit¬men dari pemerintah untuk mening¬katkan pelayanan publik dan kese¬jahteraan masyrakat Maluku.

Proyek infrastruktur yang diresmikan itu antara lain Penyeberangan Lalu Lintas Angku¬tan Sungai Danau dan Penyebe¬rangan (Dermaga Penyeberangan La¬rat, Dermaga Penyeberangan Te¬pa, Dermaga Penyeberangan Lakor, Dermaga Penyeberangan Kisar dan Dermaga Penyeberangan Teluk Bara); Sarana Penyeberangan (KMP Marsela 500 GT, KMP Bada Leon 500 GT dan KM Sabuk Nusantara); Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut (Pelabuhan Laut Lakor dan Pelabuhan Laut Wulur) untuk bidang perhubungan.

Selain itu, Presiden SBY juga akan meresmikan proyek-proyek  infrastruktur bidang pendidikan yakni SDN 2 Aboru, Laboratorium Fakultas Pertanian Unpatti, Laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan Unpatti dan proyek-proyek  infrastruktur di lingkungan Kementereian Agama Provinsi Maluku seperti Gedung Rektorat IAIN Ambon, Gedung Perpustakaan IAIN Ambon, Asrama Putra IAIN Ambon, Gedung Kuliah Fakultas Tarbiyah IAIN Ambon, Gedung Kuliah Fakultas Syariah IAIN Ambon, Gedung Laboratorium MIPA IAIN Ambon serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku.
Untuk bidang pekerjaan umum, khususnya di bidang Cipta Karya, diresmikan proyek-proyek senilai Rp 26 miliar terdiri dari lima Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yaitu SPAM Desa Seira dan Kota Saumlaki di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, SPAM Kota Bandanaira dan Desa Aboru di Kabupaten Maluku Tengah, serta SPAM Desa Matapa di Kabupaten Seram Bagian Barat. Selain itu juga diresmikan Islamic Center-Ambon, rehabilitasi Masjid Al-Fatah-Ambon, Tribun Lapangan Merdeka-Ambon, PSD RTH Islamic Center, PSD RTH Lapangan Merdeka dan PSD Pe¬nataan dan Revitalisasi Kawasan Monumen Johanness Leimena. Lokasi Monumen Johanness Leimena ini terletak di pertigaan Durian Pakah-Poka-Laha, Maluku.

Untuk subbidang Bina Marga,  proyek-proyek  infrastruktur yang diresmikan senilai Rp 236. 491.321.750 yakni Jalan Marloso-Mako, Jalan Kobisonta-Banggoi, Jalan Akses Bandara Saumlaki, Jalan Aruidas-Saumlaki, Jalan Arma-Aruidas, Jembatan Galala-Passo, Jembatan Wai Tona Hitu dan Jalan Banggoi-Bula.

Adapun proyek infrastruktur SDA yang diresmikan adalah Bendung Kobi yang berada di Desa Kobisonta, Kecamatan Wahai, Kabupaten Maluku Tengah; Bendung Samal di Desa Samal, Kecamatan Wahai, Kabupaten Maluku Tengah; dan  Bendung Way Geren yang berlokasi di Desa Way Geren, Kecamatan Wajapo, Kabupaten Buru.

Adapun pembangunan Bendung Kobi terletak di Desa Kobisonta, Kecamatan Wahai, Kabupaten Maluku Tengah. Sungai Kobi mempunyai daerah tangkapan air sebesar 145.4 km2 pada posisi dam site dengan panjang sungai 12.3 km. Bendung Kobi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air untuk irigasi sawah seluas 3.500 ha. 

Untuk pelaksanaan pembangunan Bendung Samal dimulai tahun 2003. Bendung Samal sendiri terletak di Dataran Pasahari yang terdiri dari Samal Kanan dengan luas potensi 2.217 ha dan Samal Kiri dengan luas potensi 2.500 ha. Tujuan pembangunan Bendung Samal ini salah satunya adalah memenuhi kebutuhan beras Provinsi Maluku dan menunjang program swasembada pangan Provinsi Maluku serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Infrastruktur Way Geren berlokasi di Desa Way Geren Kabupaten Buru. Luas potensial Geren Kiri yang masih mengambil air melalui Free Intake dengan luas areal persawahan 750 ha. Sedangkan Geren Kanan belum berfungsi dan jaringan irigasi juga belum dibangun.

Menyertai Presiden dalam kunjungan kerja ke Maluku ini antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Mendagri, Gamawan Fauzi, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan, E.E. Mangindaan, Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Polisi, Timur Pradopo dan lainnya.





Berikan komentar anda mengenai informasi di atas

Sedang Mengirim ...
Nama Lengkap*
:
Email*
:
(email anda tidak akan ditampilkan)
Komentar*
:
(Max. 300 Karakter)
Kode Sekuriti*
:
Masukan kode XXXX pada kotak ini

Ada beberapa error pada formulir ini:

* harus diisi
 

Berikut beberapa komentar yang telah kami publikasikan

arfangi pada tanggal: 11/11/2012 7:44:44 WIB
alhamdulillah bendung samal sudah berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat sktr wlu dulu pada awlnya beta le ngukur sampe nginap di seberang sungai karena mau pulg ke base camp kebanjiran

Kirim informasi ini ke email teman-teman anda

Sedang Mengirim ...
Nama Lengkap*
:
Email Anda*
:
Email Teman 1*
:
Email Teman 2
:
Email Teman 3
:
Catatan
:
Kode Sekuriti*
:
Masukan kode XXXX pada kotak ini

Ada beberapa error pada formulir ini:

* harus diisi