RESENSI BUKU

Sedari awal kelahiran dan perkembangannya, Jakarta memang berpotensi banjir di setiap musim hujan datang. Bukanlah hal baru jika Jakarta mengalami banjir melainkan sudah sejak ribuan tahun silam. Dengan datangnya banjir besar pada Januari 2013 yang lalu, mengingatkan masyarakat yang tinggal di ibukota, khususnya para generasi muda, bahwa banjir di Jakarta sudah berulang kali terjadi bahkan memiliki sejarah sendiri.

Buku "Banjir Jakarta : Dari Zaman Jenderal JP Coen (1621) Sampai Gubernur Jokowi (2013)" yang ditulis oleh Zaenuddin HM ini memuat sejarah banjir di Jakarta, dari zaman Raja Purnawarman hingga Gubernur Jokowi. Ditulis secara periodik dan kronologis agar sehingga pembaca dapat membayangkan peristiwa yang terjadi. Gaya penulisan tersebut juga memungkinkan pembaca untuk membandingkan peristiwa banjir dari masa ke masa sehingga dapat dianalisis secara sederhana maupun menjadi bahan penelitian lebih lanjut. Setiap kronologi banjir yanjuga dilengkapi dengan foto yang mengabadikan peristiwa tersebut. Dengan melihat foto-foto banjir yang terjadi pada saat itu, akan membuat pembaca seolah-olah kembali dan menyaksikannya sendiri pada masa lalu. Buku setebal 150 halaman ini memuat beberapa kejadian banjir di Jakarta dari masa ke masa. Kelemahan buku ini adalah kualitas kertas yang cenderung tipis, sehingga terkesan mudah robek, namun sisi positifnya buku ini berbobot ringan, sehingga nyaman untuk dijadikan bahan bacaan.

“Kota Tua” sejatinya hanya bagian dari wilayah Jakarta Barat. Di tempat itulah terletak Pelabuhan Sunda Kelapa, yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Sunda pada abad-abad awal Tarikh Masehi, yang lalu tumbuh menjadi kota pelabuhan antarbangsa bernama Jayakarta di zaman Kesultanan Banten. Di kawasan Kota Tua pula pada abad ke-17, VOC Belanda mendirikan kota kolonial Batavia, cikal bakal Jakarta. Dalam kurun waktu setengah milenium, pelabuhan purba Sunda Kelapa bermetamorfosa menjadi Jayakarta, Batavia dan akhirnya menjadi Jakarta. Berbagai bangunan dan benda peninggalan yang masih tersisa, lengkap dengan aneka kisahnya membuat Kota Tua menjadi salah satu tempat paling mempesona di Ibukota.

Buku ini berisi kumpulan tulisan tentang aneka tempat dan peristiwa yang pernah terjadi di Kota Tua dan sekitarnya di masa lalu. Merupakan kompilasi dari tulisan wartawan harian Kompas dan seorang ahli sejarah dan sastra Belanda Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, Lilie Suratminto. Tiap tulisannya dikemas secara ringan dan dengan gaya bahasa yang sederhana namun tetap menarik. Hampir di setiap halamannya juga dihiasi dengan foto maupun ilustrasi berwarna dari topik tulisan yang tengah diulas. Tidak hanya itu, editor juga menyisipkan peta dan inset pada beberapa bangunan atau landmark dari Kota Tua yang dilengkapi dengan penjelasan ringkas. Buku ini merupakan bacaan ringan yang cukup menarik bagi pembaca yang ingin lebih dekat dengan Kota Tua.(fitria)

Sesuai dengan amanat UU no. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PUPR 2015-2019 telah disusun sebagai dokumen perencanaan dan acuan penganggaran Kementerian PUPR untuk periode lima tahun mendatang.

Renstra Kementerian PUPR memuat visi, misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan, strategi, program dan kegiatan, kerangka regulasi, kerangka kelembagaan, serta kerangka pendanaan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian yang disusun berdasarkan pada menteri PPN/ Kepala Bappenas no. 5 Tahun 2014 tentang pedoman penyusunan dan penelaahan Renstra K/L 2015-2019. Tidak hanya itu, terdapat pula lampiran berupa matriks program, kegiatan pendanaan, dan pengembangan wilayah strategis.(fitria)

Pelaksaan pekerjaan “Kebinamargaan”, khususnya proyek pekerjaan jalan yang banyak mempergunakan peralatan berat (Capital Intensive), tentu memerlukan penanganan secara cermat. Faktor sumber daya manusialah yang menentukan berhasil atau gagalnya pekerjaan tersebut. Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam hal memanfaatkan teknologi peralatan berat, yaitu tentang bagaimana cara mengelola perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan koordinasi proyek pekerjaan jalan, menggagas proyek hingga selesai. Sehingga, proyek yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan target yang diharapkan yaitu tepat biaya, tepat mutu, dan tepat waktu.

Buku ini membahas contoh-contoh perhitungan alat berat dengan standar “Analisa Binamarga”, mulai dari peralatan utama seperti Asphalt Mixing Plant (AMP), Stone Crusher (SC), serta peralatan penunjang seperti Excavator, Bulldozer, Motor Grader, Wheel Loader, Three Wheel Roller, Vibrator Roller, Asphalt Finisher, Dump Truck and Water Tanker Truck.

Buku ini juga menyajikan informasi mengenai pekerjaan pengawasan dan perhitungan produktivitas alat berat, serta perhitungan produktivitas peralatan berat, serta perhitungan harga satuan peralatan berat yang sering digunakan pada proyek jalan khususnya berkaitan dengan proyek pekerjaan pembukaan jalan baru atau peningkatan jalan.(fitri)

Kota dan lalu lintas merupakan dua hal yang selalu berkaitan. Kendaraan, masyarakat, kegiatan perdagangan juga terus bergerak tanpa henti memadati jalan di perkotaan. Dengan demikian, kualitas dari perkotaan yang modern juga ditentukan oleh ketersediaan ruang kota yang bebas lalu lintas dan nyaman. Dalam konteks ini, merupakan sebuah ruang yang secara khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Berawal dari kebutuhan untuk menciptakan sebuah ruang yang nyaman dalam hiruk pikuk kota yang padat, ruas pejalan kaki yang ditampilkan pada buku ini membetuk dan menyatu dengan kota lebih baik dari sebelumnya. Keberadaannya tidak lagi terbatas pada kawasan yang diperuntukkan bagi wisata belanja namun meluas pada kegunaan lainnya. Dalam perkembangannya bahkan pembangunan ruas pejalan kaki diperluas dan diintegrasikan dengan kawasan terbuka hijau yang menjadi sarana rekreasi, atau konsep yang memperkaya ruang bebas lalu lintas dengan seni dan budaya.

Buku ini merupakan buku yang menyajikan studi kasus keberadaan ruas pejalan kaki pada kota yang ada di beberapa negara maju di dunia. Buku ini juga menyampaikan gambaran dan ilustrasi dari ragam bentuk ruas pejalan kaki yang mungkin akan dibuat dan alasannya mengapa ruas tersebut cocok diaplikasikan pada kota-kota saat ini.

Toilet Umum adalah sebuah ruangan yang dirancang khusus lengkap dengan kloset, persediaan air dan perlengkapan lain yang bersih, aman dan higienis dimana masyarakat di tempat-tempat domestik, komersial maupun publik dapat membuang hajat serta memenuh kebutuhan fisik, sosial dan psikologis lainnya:

Toilet adalah fasilitas sanitasi untuk tempat buang air besar dan kecil, tempat cuci tangan dan muka. Umum adalah tidak menyangkut yang khusus (semuanya) secara menyeluruh. Toilet Umum adalah fasilitas sanitasi yang mengakomodasi kebutuhan membuang hajat yang digunakan oleh masyarakat umum, tanpa membedakan usia maupun jenis kelamin dari pengguna tersebut.

Persyaratan Ruang :
1. Ruang untuk buang air besar (WC) : P = 80-90 cm, L = 150-160 cm, T = 220-240 cm
2. Ruang untuk buang air kecil (Urinoir) : L = 70-80 cm, T = 40-45 cm

Sirkulasi Udara :

Mempunyai kelembaban 40 - 50 %, dengan taraf pergantian udara yang baik yaitu mencapai angka 15 air-change per jam (dengan suhu normal toilet 20-27 derajat celcius)

Pencahayaan :

Sistem pencahayaan toilet umum dapat menggunakan pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Iluminasi standar 100 - 200 lux.

Konstruksi Bangunan :
1. Lantai, kemiringan minimum lantai 1 % dari panjang atau lebar lantai.
2. Dinding, ubin keramik yang dipasang sebagai pelapis dinding, gysum tahan air atau bata dengan lapisan tahan air.
3. Langit-langit, terbuat dari lembaran yang cukup kaku dan rangka yang kuat sehingga memudahkan perawatan dan tidak kotor.

Pernahkah merasa kebingungan ketika akan membangun atau merenovasi rumah? Beberapa pertanyaan mengenai apa saja yang harus dipersiapkan mungkin pernah muncul, mulai dari perancangan hingga tahap pelaksanaan pembangunannya. Dalam proses mendirikan bangunan, perizinan adalah hal pertama yang seharusnya dipersiapkan, tetapi sering kali tidak dilakukan. Bahkan hingga saat ini, tidak semua masyarakat mengetahui informasi mengenai peraturan mendirikan bangunan. Kondisi ini pada akhirnya membuat pertumbuhan bangunan gedung dan rumah menjadi tidak teratur.

Saat ini pemerintah meningkatkan disiplin pembangunan dengan menerbitkan Undang-undang Bangunan Gedung No.28 tahun 2002. UU tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri. Agar peraturan-peraturan tersebut lebih mudah dipahami oleh masyarakat, diperlukan adanya buku panduan yang membahas persyaratan teknis dan administrasi bangunan dari hulu hingga ke hilir.
Buku sederhana ini hadir untuk memenuhi kebutuhan akan buku panduan pelaksanaan UUBG dan peraturan bangunan lainnya. Didalamnya terhimpun informasi singkat dan praktis yang berkaitan dengan persyaratan teknis dan administratif dalam perencanaan dan pembangunan bangunan yang disesuaikan dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Selain itu, buku yang ditulis oleh Arief Sabaruddin ini juga mengupas tuntas tentang aplikasi ketentuan koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien lantai bangunan (KLB), garis sempadan bangunan (GSB), jumlah lantai bangunan (JLB), koefisien dasar hijau (KDH), ruang terbuka hijau pekarangan (RTHP) yang merupakan persyaratan memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat laik fungsi (SLF). Pembahasan dilengkapi dengan gambar ilustrasi dan simulasi perhitungan sehingga mudah dipahami.
Buku yang memiliki tebal kurang lebih 110 halaman ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses mendirikan bangunan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai pantai yang sangat panjang yaitu sekitar 80.000 km. Banyak permasalahan yang timbul di kawasan tersebut, seperti erosi dan sedimentasi pantai, pendangkalan dan pembelokan muara sungai, dsb. Erosi pantai dapat menimbulkan kerugian sangat besar dengan rusaknya kawasan permukiman dan fasilitas umum. Perlu perlindungan terhadap kerusakan pantai, yang dapat dilakukan secara alami atau membuat bangunan pelindung pantai seperti revetmen, dinding pantai, pemecah gelombang, dan/atu groin serta pengisian pasir.

Buku yang ditulis oleh Bambang Triatmodjo ini membahas berbagai teori untuk merencanakan bangunan pelindung pantai. Pengalaman penulis di dalam melaksanakan pekerjaan dan penelitian tentang perlindungan pantai dituangkan dalam buku ini. Buku ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa S1, S2 maupun para praktisi dalam membantu pemahaman tentang masalah kepantaian terutama dalam merencanakan bangunan pantai. Buku ini juga sangat bermanfaat untuk para ilmuwan muda. Uraian dapat dimengerti dan contoh-contoh detail sangat membantu serta membangkitkan ketertarikan pada bidang ini. Buku yang diterbitkan oleh beta offset ini ditulis dengan bahasa dan tata tulis yang sangat baik dan mudah dipahami, cocok untuk buku ajar.