Hari Kunjung Perpustakaan 2022: Semangat Literasi Melalui Perpustakaan

Hari Kunjung Perpustakaan 2022: Semangat Literasi Melalui Perpustakaan

Mungkin di antara kita ada yang baru mengetahui bahwa ternyata ada yang dinamakan “Hari Kunjung Perpustakaan” yang diperingati setiap tanggal 14 September. Tak heran, memang karena pencanangan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan ini dilakukan tahun 1995 yang lampau, oleh Presiden Suharto. Selain itu mungkin peringatan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) sendiri jauh dari ingar bingar sehingga tidak semua kalangan mengetahuinya. Namun di kalangan para pustakawan sendiri, Bulan September bisa dikatakan sebagai “hari raya”-nya perpustakaan. Berbagai kegiatan dilakukan untuk memeriahkan HKP, misalnya lomba, webinar, seminar, dan sebagainya.

Perubahan Perilaku Pengguna Perpustakaan

Seiring berkembangnya teknologi, perilaku masyarakat dalam mencari dan mengakses informasi juga berubah. Jika dulu, definisi membaca buku adalah dengan membaca dari fisik buku, maka sekarang membaca buku dapat dilakukan melalui smart phone ataupun perangkat membaca digital seperti kindle. Gerbang pencarian informasi pun terbuka lebar semenjak adanya search engine seperti Google dan lainnya. Perubahan perilaku ini adalah keniscayaan yang tidak dapat dibendung karena memang teknologi telah sangat memudahkan manusia mengakses informasi.

Hal tersebut tentu menjadi tantangan sendiri bagi perpustakaan untuk terus beradaptasi dalam melayani dan memenuhi kebutuhan pemustaka. Perpustakaan saat ini telah banyak bertansformasi mengikuti perkembangan dunia teknologi. Dahulu, kita mencari buku melalui kartu katalog perpustakaan yang tersimpan di dalam lemari katalog yang berjajar rapi di dalam perpustakaan. Saat ini zaman kartu katalog telah berakhir, tergantikan dengan katalog online yang bisa diakses melalui perangkat elektronik dimanapun dan kapanpun.

Adaptasi Perpustakaan Seiring Kemajaun Zaman

Koleksi Perpustakaan pun berkembang. Dahulu Koleksi perpustakaan adalah buku, majalah, jurnal, dan format lain seperti microfilm, CD-ROM, kaset, dan lainnya. Namun dengan berkembangnya teknologi saat ini, perpustakaan tidak hanya menyimpan koleksi fisik tetapi juga bentuk elektronik dan digital. Perpustakaan Nasional contohnya, saat ini telah membuka layanan “i-pusnas” yang dapat diunduh melalui Play Store Android secara gratis. Di sana, pengguna dapat membaca buku-buku digital koleksi Perpustakaan Nasional. Dengan demikian, pemustaka dapat membaca buku di manapun dan kapanpun hanya dengan bermodalkan smart phone dan sambungan internet.

Selain itu, dengan terbitnya Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik nomor 14 tahun 2008, Perpustakaan juga dituntut untuk lebih terbuka dan memudahkan pemustaka dalam mengakses dan mendapatkan informasi terkait dengan organisasi induknya. Perpustakaan saat ini telah dan sedang bertransformasi untuk menyediakan kanal khusus (repository) yang menyediakan konten-konten lokalnya masing-masing. Contohnya saja Perpustakaan Perguruan Tinggi yang membuka repository khusus untuk hasil-hasil penelitian berupa skripsi, thesis, disertasi dari mahasiswanya.

Selain Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Khusus juga berlomba-lomba untuk menciptakan repository khusus guna menampung terbitan lokal dari organisasi induknya masing-masing. Misalnya saja Pusat Perpustakaan dan Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian, telah membuat repository produk-produk pertanian yang dapat diakses di URL repository.pertanian.go.id. Perpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional juga sedang dalam proses integrasi repository yang dapat diakses di alamat rin.brin.go.id.

Semangat Literasi dari Perpustakaan

Literasi secara Bahasa diartikan sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis. Kemampuan ini sangat penting dimiliki seseorang karena pada saat ini kita dihadapkan dengan banyak sumber informasi namun belum tentu semua informasi yang ada dapat dipercaya dan sesuai dengan yang dibutuhkan. Kemampuan literasi yang baik akan mampu mencari, menemukan, memilah, menganalisa, hingga mengevaluasi informasi mana yang benar-benar dibutuhkan.

Semangat itulah yang diusung perpustakaan kepada masyarakat saat ini. Tujuannya adalah agar masyarakat mendapat informasi yang benar, tidak mudah termakan hoax atau berita palsu, dan lebih terbiasa menggunakan perpustakaan dalam proses mencari referensi untuk keperluannya masing-masing. Pustakawan berupaya untuk hadir dan membantu masyarakat dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Google mungkin bisa memberi semua informasi yang kita cari, tetapi pustakawan akan memberikan informasi yang kita butuhkan. Semangat Literasi, dan Selamat Hari Kunjung Perpustakaan 2022!.

Tulisan ini juga tayang di kumparan.com

Berbagi

bagikan: